Kebohongan Seorang Ibu?

26 10 2011

Entah kenapa malam ini saya ingat ibu saya saat membaca komen salah satu teman di Facebook. Saya lebih memaknai tulisan tersebut kita jarak saya (sekarang) dan ibu saya ribuan kilometer.

Saya jadi ingat masa-masa saya kecil dahulu, SD, SMP, SMA, dan awal-awal masuk UI. Semua begitu cepat berlalu, dan ibu saya hadir dalam setiap frase  hidup saya. Sebagai anak terakhir di keluarga, ikatan emosional antara anak terakhir memang begitu kuat. saya yakin setiap ibu (mungkin) pernah mlalukan  hal-hal dalam tulisan di bawah ini :

 

 

Seorang ibu dlm hidupnya membuat kebohongan.

1. Saat makan, jika makanan kurang, Ia akan memberikan makanan itu kpd anaknya dan berkata, “Cepatlah makan, ibu tdk lapar.”

2. Wkt makan, Ia selalu menyisihkan ikan dan daging untuk anaknya dan berkata, “ibu tdk suka daging, makanlah, nak..”

3. Tengah mlm saat dia sdg menjaga anaknya yg sakit, Ia berkata,
“Istirahatlah nak, ibu msh blm ngantuk..”

4. Saat anak sudah tamat sekolah, bekerja, mengirimkan uang untuk ibu. Ia berkata, “Simpanlah untuk keperluanmu nak, ibu masih punya uang.”

5. Saat anak sdh sukses, menjemput ibunya utk tinggal di rumah besar, Ia lantas berkata, “Rumah tua kita sangat nyaman, ibu tidak terbiasa tggl di sana.”

Saat menjelang tua, ibu sakit keras, anaknya akan menangis, ttp ibu msh bs tersenyum sambil berkata, “Jangan menangis, ibu tidak apa apa.” Ini adalah kebohongan terakhir yg dibuat ibu.

Tidak peduli sebrp kaya kita, seberapa dewasanya kita, ibu slalu menganggap kita anak kecilnya, mengkhawatirkan diri kita tp tdk prnh membiarkan kita mengkhawatirkan dirinya.

Smoga smua anak di dunia ini bs menghargai setiap kebohongan seorang ibu….karena beliaulah malaikat nyata yg dikirim TUHAN untuk menjaga kita (♥ U Mom)
Aku kirim cuma pengen Ibuku tau aku cinta sama mama
Berbahagialah orang2 yang memiliki Ibu, dan bahagiakanlah Ibumu ”





Belajar dari Korea Selatan

25 10 2011

Korea Selatan (Rep. of Korea) adalah negeri yang dinamis. Negeri ini pun mempunyai tagline, Dynamic Korea. Tagline ini bukan hanya sekedar tagline tapi merupakan  representasi dari sejarah panjang negeri ini.

Mungkin tidak banyak yang di expose oleh media tanah air tentang kehidupan rakyat korea, kemujan, dan kebangkitan ekonominya. yang kita lihat adalah Korean Drama yang diputar nonstop di salah satu TV swasta, kalaupun bukan drama mungkin koleksi K-Pop video punya teman sejawat kita. namun, syah-syah saja selama itu membawa ketertarikan memahami budaya positif bangsa ini.

Jika dibandingkan dengan negera tetangga (Japan), Korea masih kalah pamor dinegeri kita. Tekecuali untuk masalah K-POP dan K-Drama. Kiblat pendidikan, ekonomi, dan Potret budaya “semangat dan kerja keras” masih didominasi oleh bangsa matahari terbit . Namun, bagi saya Korea mempunyai nilai tersendiri. elevator kemajuan bangsa ini cukup cepat dan dinamis.

Jika kita melihat sejarah,  Korea adalah salah satu jajahan japan. Korea merdeka pada bulan agusus 1945. sama dengan negara kita,  indonesia. setelah merdeka bukannya mereka dapat langsung hidup makmur. Sama seperti kita yang harus mengusir penjajah kembali, mereka harus merasakan Perang saudara. Semuanya hancur dalam perang tersebut.

Namun, apa yang kita lihat sekarang. Korea menjadi salah satu negara dengan perkembangan yang mencanangkan. Negara no.1 untuk Shipbuilding, Semiconductor, dan Teknologi layar. Banyak Brand ternama yang tidak asing di telinga kita seperti Samsung, LG, Hyunday, KIA, Daewoo, dll. Tidak hanya itu, Korea juga telah mampu menerbangkan satelitnya keluar angkasa.

 Secara pasti Korea juga menunjukkan tanduknya di bumi garuda, Join antara Krakatau Steel (perusahaan baja nasional) dan POSCO (perusahaan baja raksasa korea) merupakan salah satu buktinya. bagaimana sebuah perusahaan besar bisa tumbuh namun hampir 0% SDA di tempat beridirinya perusahaan itu. Retail Korea “Lotte Mart” berhasil mengakusisi jaringan retail “Makro” di Indonesia, dan berniat membangun lebih banyak department store di Indonesia. Hampir tidak ada barang di rumah kita yang tidak ada tulisan di produk tersebut “Made in Korea”.

Mungkin semuanya juga sudah tahu bahwa inti dari semua kemajuan yang dicapai adalah kerja keras. Korea telah berhasil mentransformasi dirinya dari salah satu negara miskin di dunia pada tahun awal 60-am menjadi negara yang cukup di perhitungkan di mata Dunia. Nilai- Nilai luhur bangsanya telah berhasil dipadukan untuk kemajuan negerinya tanpa menghilangkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari. Budaya menghormati yang lebih tua, budaya antri, budaya bersih, dan disiplin adalah nafas dari Budaya Korea. Di Kota Seoul, Sebagai ibu kota negera ini dengan arus modernisasi yang begitu kuat, nilai luhur budaya masih jelas di pelupuk mata. Bagaiman dengan bangsa kita?? Jakarta???

Saksikan melihat tayangan video berikut ini :





2nd month at SNU

23 10 2011

Hampir dua bulan saya tinggal di Kampus Seoul National University, namun belum banyak kisah yang saya tulis di blog ini.  Bulan ini adalah oktober dimana daun-daun mulai berwarna dengan indahnya. ya, semuanya siap untuk Autumn. Di tengah suasana autumn yang indah ini saya harus berjuang untuk midterm exam. 3 midterm exam : Introduction to Catalysis, Geothermal Energy, and Introduction to Industrial Eng.

Bagi saya ini adalah Autumn yang indah, dimana banyak Festival di Kota Seoul dengan tajuk Hi.Seoul!! Seoul of Asia.  dan tentunya lingkungan kampus yang nyaman dan Indah. kampus SNU terletak tepat di kaki Gunung Gwanak sebuah gunung (lebih tekatnya disebut bukit yang  tinggi) di wilayah seoul selatan. jadi, dengan mudahnya saya dapat mengamati banyaknya pohon-pohon yang menyambut musim gugur.

Sebagai anak Exchange tidak banyak study yang saya pelajari , hanya 3 Mata Kuliah dan Kelas bahasa Korea di Lembaga bahasa korea milik SNU.  3 mata kuliah itu mempunyai sejarah panjang kenapa saya memutuskan untuk mengambilnya, mungkin di lain kesempatan saya akan tulis di blog ini. untuk bahasa korea cukup menarik dengan beberapa teman di kelassaya, setidaknya saya bisa membaca hangeul (korean alphabet)  walaupun sering salah dan tidak teliti, sampai-sampai saya tersasar dalam Bus. i hope i can write this story..

Terinspirasi dari kisah “9 Summers and 10 Autumns” saya juga ingin mendapatkan pengalaman tersebut. Setidaknya sekarang saya telah menjalani 1 Summer dan 1 Autumn di Kota Seoul, dan berharap melengkapi sisanya di Bumi Allah yang lain. (amin)





Jakarta – Incheon

4 09 2011

Sudah lama tidak posting di blog ini, kali ini postingannya akan saya buka dengan perjalanan aye dari Jakarta ke SNU atau Seoul National Universty.

Before going to Airport

Setelah packing yang agak rempong,secara barang gue setelah gue timbang ternyata beratnya sampai 26 Kg. setelah tanya sana-sini da kontak temen yang tinggal disekitar mampang. akhirnya gue dapat timbangan dari salah satu anak teknik kimi UI. barang yang kelebihan, gue kurangain dan pindahin ke tas bahu gw untuk gw bawa ke cabin . akhirnya dapat deh solusinya yang masuk cabin > 10 Kg lebih dikit dan yang cargo 21 kg.

At  the Airport

gw smapai dia airport pukul 18.35  WIB. setelah muter-muter cari terminal 2E, gw masuk dan gw cari tuh konternya Korena air. ternyata tuh konter baru buka dan baru untuk yang first class, bussiness  dan morning clam. terpaksa aye nunggu di belakang kaya orang bego’.

akhirnya setelah dibuka tuh kelas paling bawah, gw check in. diaksih boarding pass, ama bayar tax airpot 150K IDR. langsung aja gw masuk ke keruang tunggu. disono jarang banget muka-muka indonesia, gw hanya bisa ngelihat muka-muka korea dengan bahasa korea pula.

On Cabin

Dipesawat gw duduk di samping jendela 49A. sebelah gw senior citizen yang baunya kimchi banget…entah kenapa gw pingin muntah kalo bau tuh makanan. tidak banyak yang gw lakukan dipeswat. mencoba sesekali tidur dan memanikan monitor kecil didepan gw. so bored!!!.gw sahur pukul 3.30am dntah waktu mana..mungkin waktu GMT +8 atau sekitaran wilayah-wilayah atas taiwan..dengan menu Ikan dengan cita rasa indonesia (asyik).

Pukul 07.40 gw tiba di Incheon. telat sekitar 30 menit dikarenakan berangkat dr cengkareng juga telat. Traffic Soetta rame bget lalu lalang orang mau mudik dan long vacation ke LN bagi yang tidak merayakan Eid Mubarak.  Bandara Incheon bagus dan rapi. gw akhirrnya pergi ke baggage clain, cari koper gw yang beratnya segeda jaban. setelah semua beres gw keluar bandara. sudah mengunggu buddy gw si Dong Ulk Kim (a.k.a Donald) dan Aling + temennya anak Lao PDR.

akhirnya kita naik Shuttle Bus Incheon-SNU 6003. sepanjang perjalanan gw melihat kanan kiri dan sedikit molor..gila capek bget gak bisa tidur. hampir 1 jam 30 menit gw nyampe di main gate SNU. Gate segitiga yang merupakan gabungan tulisan SNU written in Hangeul.

Langkah kami selanjutnya adalah mencari Taxi ke dorm. cukup jauh ibarat dorm UI gerbatama tapi dengan landscape bukit2. banyak disana-sini senior citizen yang lalu lalang naik Gunung Gwanak. Akhirnya gw nyampe dorm gw di gedung 921-319B. untuk ukuran dorm cukup sempit tapi kalo dibandingin sama dorm UI enakan sini lah.

Setelah bersih-bersih gw molor bentar. ZzzzZzzz (to Be continued)





Behel dengan Tambahan Titania: Gigi Sehat dan Bergaya Tanpa Masalah

23 05 2011

Oleh : Ario Guritno* dan Harsono*

 

 

Penggunaan behel akhir-akhir semakin meningkat. Hampir semua kalangan memakai salah satu instrumentperawatan gigi ini. Alasannya tidak hanya untuk kesehatan gigi tetapi juga sudah menjadi bagian dari gaya hidup masa kini. Tidak lengkap rasanya jika seorang yang mendeklarasikan diri sebagai pengikut gaya hidup modern tanpa “3B” yaitu : Behel, Black Berry, Ber-Mobil.

Penggunaan behel dikalangan medis ditujukan untuk memperbaiki bentuk maupun struktur rahang dan gigi atau lebih dikenal dengan perawatan orthodontic. Perawatan ini merupakan salah satu rumpun dari perawatan restorasi gigi. Tujuannya adalah mengembalikan fungsi gigi lebih optimal baik dilihat dari segi medis ataupun estetika.

Namun, penggunaan behel bukan tanpa masalah. Hal ini dapat dilihat dari berbagai keluhan dirasakan oleh para penggunaanya. Salah satu yang sering dirasakan adalah sariawan dan rasa sakit pada awal pemakaian. Selain itu, perlu perhatian ekstra untuk membersihkannya. Bahkan pengguna harus rutin mengecek kebersihan giginya selama memakai perawatan ini. Bila dilihat lebih teliti lagi, penggunaaan behel berarti menambah tempat kemungkinan menempelnya sisa – sisa makanan di rongga mulut. Hal ini berarti akan potensi aktivitas bakteri mulut yang lebih dikenal dengan Streptococcus mutans semakin aktif untuk membentuk plak. Selain itu, bakteri – bakteri mulut lain juga mempunyai potensi untuk berkembang maka tidak heran jika banyak masalah rongga mulut yang berkaitan dengan keberadaan behel ini.

Sebenarnya, kasus serupa tidak hanya ditemui dalam behel tetapi juga pad Read the rest of this entry »





Tulisan

3 10 2010

Entah kenapa sebelum kupejamkan mata ini, ingin ku tulis beberapa rangakain kata. sudah beberapa bulan blog ini tidak ku isi dengan tulisan. bingung dan canggung , itulah yang kurasakan sekarang. hanya satu dipikaran saya saat ini, berjuang untuk menulis sebelum badan ini direbahkan diatas kasur.

Sengaja ku beri judul untuk tulisan ini adalah Tulisan. ya, sebuah judul singkat yang (mungkin ) tak bermakna. terinspirasi dari judul-judul tulisan Goenawan Muhamad, begawan budayawan dan Sastrawan yang tulisannya selalu mengisi catatan pinggir di akhir majalah tempo. Satu kata namun sarat makna, begitulah kiranya arti dari judul tulisan Goenawan muhamad tersebut.

Bahasa tulisan, memang berbeda jauh dengan bahasa tutur. bahasa tulisan lebih rumit dan penuh dengan simbol. memaknai bahasa tulisan tidak sekedar hanya kegiatan komunikasi saja, tetapi melalui proses yang panjang. proses pemikiran dari penulis untuk diterjemahkan dalam tulisan dan proses pemikiran pembaca untuk diikat makna dibalik simbol-simbol huruf. sehingga sudah selayakna jika tulisan dijadikan indikator majunya sebuah peradaban. semakin banyak tulisan semakin jauh meninggalkan kebodohan.

Proses kreatif sebelum tulisan itu dapat dinikmati pembaca adalah sebuah perjalanan yang tidak gampang. Pencarian ide, pengamatan, pengungkapan rasa, penilaian, kesan, pengalaman, pemilihan kata, hingga penyusaunan huruf-huruf menjadi kata-kata adalah kesatuan yang terus akan dialami bagi siapapun yang menulis. Entah itu hanya seuntai kalimat ataupun berbait-bait paragraf akan mengalami proses itu. ya, proses yang panjang dan (mungkin) melelahkan bagi sebagian orang. namun, apabila proses itu dinikmati, rangkain aktivitas tersebut bagai sebuah candu. apabila ditinggalkan akan mengurangi keseimbangan, menjadikan beban, dan menghambat proses berpikir.

Bagi saya sendiri tulisan adalah sebuah kekuatan. kekuatan untuk memaknai sebuah peradaban. kekuatan untuk dapat bertahan dalam kehidupan. bagi saya keintelekan seseorang bukan dari apa yang dia katakan, bukan dari sebanyak apa pengalaman dan ilmu yang dia tuturkan, tetapi keintelekan saya nilai dari sehebat apa dan sebanyak apa tulisan yang dia ciptakan. Tentu saja tulisan yang dimaksud adalah cerminan proses kreatif-ilmiah yang panjang, bukan "tulisan sampah" yang sekedar hasil kejahatan "Plagiarism".





Tulip : Sebuah Saksi Hidup dari Kemajuan Inovasi di Negeri van Orange

23 04 2010



Minggu Siang adalah waktu yang tepat untuk istirahat, tak banyak yang kulakukan kecuali beristirahat di kos melapas kepenatan, setelah beraktivitas selama lima hari penuh. Salah satu kegiatan yang sering menjadi rutinitas akhir-akhir ini adalah pergi ke warnet di salah satu ujung jalan,  daerah kos-kosan , sebuah Perguruan Tinggi Negeri di Kota Depok.

Setelah izin kepada yang jaga warnet, langsung saja ku duduk di  salah satu computer didekat pintu yang juga berdekatan dengan penerangan lampu pijar yang dibuat oleh salah satu raksasa elektronik Belanda, Philips.  Ku disambut  dengan gambar lumba-lumba di layar desktop komputer  yang merupakan salah satu icon dari sebuah piranti lunak penghitung waktu dan harga di warnet tersebut . Entah kenapa, bagiku  gambar lumba-lumba tersebut  itu menjadi identik dengan warnet. Apakah karena inovasi dari peranti lunak tersebut sehingga software tersebut dijadikan sebagai billing di hampir seleuruh warnet? Mungkin ada yang tau?

Setelah berkutat dengan situs pencari terbesar di dunia maya, akhirnya browserku terdampar di situs http://kompetiblog2010.studidibelanda.com. Pikirku langsung tertuju pada kenangan setahun lalu ketika aku tidak sempat mengikuti kompetisi penulisan blog yang berhadiah summer school ke salah satu universitas terbaik di dunia yaitu Utrecht University, Belanda. Langsung saja kubaca tema yang diangkat dalam kompetisi kali ini yaitu :

“Dutch Innovation In My Opinion”

Tidak tau kenapa pikiran ini langsung tertuju pada tiga hal ketika membaca tema tersebut yaitu : Bendungan, Kincir, dan Tulip.  Pada kesempatan kali ini , Tulip lah yang akan menjadi topik utama dalam tulisan ini

Tulip dan Inovasi

Berbicara tentang inovasi , berarti membicarakan kemajuan revolusioner yang belum ada di masa lampau. Kemajuan yang akan selalu diingat oleh manusia , dan menjadi sebuah jati diri  bagi penemunya. Selain itu,  inovasi dan penemunya tidak akan mudah dilupakan oleh khalayak. Inovasi sering didentikkan dengan teknologi.  Karena teknologi adalah salah satu cara yang lazim untuk berinovasi. Sehingga secara langsung dapat dikatakan bahwa Inovasi dan teknologi ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan.

Dari Terminologi tersebut maka tulip dapat dikategorikan sebagai sebuah inovasi yang monumental bagi belanda.  Mungkin bagi sebagian orang menganggap tulisan ini sebagai angin lalu , karena dianggap terlalu sederhana  dibandingkan dengan inovasi lainnya di negeri belanda  , misal pembangunan Dam, Kincir, ataupun teknologi banguna di belanda. Namun, bagi saya di balik keindahan bunga tulip menyimpan sejarah kemajuan inovasi belanda di bidang pengembangan tanaman. Read the rest of this entry »








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.