Apa yang Kamu Baca, Itulah dirimu


Aktivitas membaca merupakan aktivitas yang tidak asing lagi bagi kita semua. sejak kanak-kanak kita sudah diarahkan untuk melakukan aktivitas ini. “kalo mo pinter kamu harus bisa baca dan banyak membaca”, begitulah kiranya nasihat yang sering dilontarkan orang tua kepada anak-anaknya. selain itu, aktivitas membaca ini merupakan aktivitas yang sering digembar-gemborkan dalam berbagai kampanye pendidikan, baik di sekolah, institusi pendidikan, pemerintahan ataupun iklan layanan masyarakat. Dari sudut pandang agama (islam) aktivitas membaca sudah diperintahkan 14 Abad Silam. Ketrengan tersebut dapat dicek di Q.S Al-Alaq : 1. Dalam ayat yang pertama kali turun tersebut. sudah sangat jelas dalam ayat tersebut ada kata iqro’ , yang meruapakan bentuk amr / Command untuk membaca.

Namun, sayang seribu sayang bila melihat kondisi masayarakat indonesia saat ini. Harapan untuk mempopulerkan membaca masih jauh dari harapan. Aktivitas ini jauh kurang populer daripada menonton TV. Budaya menonton dan mengobrol lebih populer daripada budaya membaca dan menulis. Aku jadi ingat ungkapan taufik ismail bahwa sekerang generasi muda adalah generasi yang buta dan tuli. Buta dan tuli tersebut bermaksan bahwa generasi muda sekarang malas untuk membaca dan menulis ( mungkin saya juga termasuk di dalamnya ).

Terlepas dari fenomena tersebut, aktivitas membaca berpengaruh terhadap karakter seseorang. “Kamu adalah Apa yang kamu baca”. begitulah kiranya sebuah ungkapan bijak yang sering kudengar. bila aku pikir lebih lanjut kat-kata itu ada benarnya. Apa yang dilakukan seseorang pasti ada motifnya, termasuk dalam membaca. sebagai gambaran sebenarnya : jika saya mengambil sebuah novel bergenre indonesia klasik berarti saya ingin menikmati potret kehidupan yang lampau. Apa yang saya baca, akan saya mengerti dan saya imaginasikan/tervisualisasikan. Jika saya membenarkan apa yang ada dipikiran saya maka saya akan meniru dan melakukan hal tersebut. semakin saya fokus membaca pada bacaan bergenre tertentu, semakin terlihat karakter saya dari bahan bacaan yang saya baca.

hal yang serupa mungkin juga berlaku pada semua jenis bacaan. Namun, yang perlu diperhatikan adalah motif dari kegiatan membaca itu sendiri. Kegiatan membaca yang dibangun dengan kesadaran (tanpa ada pressure) akan menentukan proses character building. Character Building seseorang memang lebih kuat dan kokoh jika dibangun dengan membaca daripada dengan proses visual. karena dengan membaca melibatkan beberapa proses yang saling terintegrasi yaitu proses memahami, menbenarkan,mensintesis,menvisualisasikan, dan terakhir terbentuklah suatu tindakan.

Sumber Gambar : tell.fll.purdue.edu

Published by

harsono

a Javanese

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s