Kegagalan

Ketika ku menulis tulisan ini terpampang sebuah tulisan di sebelah kanankau yang tertulis : “The Price of Failure or Worse, Inaction is Simply too High”.

Gagal dan jatuh, dua hal yang tidak dapat dipisahkan dari fitrah manusia. Sebuah sunnatullah yang selalu berlawanan dengan kesuksesan dan sebuah jalan yang dapat dinilai sebagai bagian untuk mencapai kesuksesan. Dalam pandangan saya dan (mungkin) anda, Saya yakin bahwa setiap orang pernah mengalami kegagalan . Mulai dari ketika belajar berjalan, belajar berbicara, hingga kegagalan dalam menentukan pilihan hidup. sehingga sangat wajar bila ada yang memahami bahwa gagal adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam hidup.

Di era yang serba modern ini, kegagalan merupakan hal yang harus diminimalisasikan karena menusia telah sadar bahwa kegagalan tidak dapat dihilangkan. berbagai macam teori tentang manajemen risiko di ajarkan dibangku pendidikan formal. berbagai buku motivasi terbit setiap tahunnya. Bermacam-macam kaset, tayangan, dan motivation training digelar setiap saat, mulai dari motivator kelas kakap hingga motivator kelas teri. fenomena kegagalan seolah -olah menjadi ladang menarik dan sebuah peluang bisnis yang tak lekang karena panas dan lapuk karena hujan.

Sebagai seorang muslim, paradigma tentang kegagalan ( dalam urusan dunia) berbeda dengan paradigma yang dianut oleh umat yang lainnya. Muslim harus berbeda, begitulah ungkapan singkat yang dapat menjadi slogan dalam masalah ini. Kegagalan harus dianggap sebagai qodarullah dan sebagai skenario yang indah untuk hamba-hambanya. sehingga dalam mindset seorang muslim, kegagalan bukanlah sebuah fenomena yang harus dibesar-besarkan, apalagi disesali tetapi sebuah fenomena yang indah yang harus direnungi. Untuk bangun dari kegagalan, seorang muslim cukup dengan landasan dari Din yang mulia ini. Cukuplah Alquran dan Assunah sebagai petunjuk, sebagai motivator yang abadi, dan sebagai kompas yang senantiasa terjaga kebenarannya. bagi seorang muslim Cukuplah sholat dan sabar sebagai penolong disaat gagal dan sebagai pengganti seminar-seminar yang mahal dan terkesan uforia semata.

Memang kita akuai, tidak ada yang salah dan perlu dipermasalahkan bila ada seorang muslim yang mencoba bangun dari kegagaln dengan cara – cara seperti kebanyakan manusia pada umumnya. Namun , yang manjadi masalah adalah ketika kita ( muslim) melalaikan cara yang telah menjadi bagian dari hidup orang muslim. Cara – Cara yang telah terbukti keberhasilannya, yaitu ketika cara – cara yang dilaksanakan pada zaman generasi salafus-shalih.

Di akhir tulisan ini, saya jadi ingat sebuah ungkapan yang pernah saya dengar bahwa “kegagalan dalam urusan dunia adalah hal yang wajar, janganlah terlalu bersedih dan jangan pula meremehkannya. kegagalan yang utama dalam hidup ini adalah kegagalan ketika kita tidak mempunyai amal yang cukup dalam mengahadapi kehidupan setelah kematian”

Published by

harsono

a Javanese

One thought on “Kegagalan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s