Catatan

Sudah beberapa hari ini saya tidak menulis di blog. Mungkin sudah hampir satu pekan, semenjak tulisan tentang sebuah harapan saya postingkan sekitar tanggal 24 kemarin. Sebenarnya saya ingin sekali menuliskan pengalaman apa yang telah saya alami. Saya tidak bermaksud untuk mencari sebuah pujian, cercaan, atau pun hal yang lain. Tatapi hanya sebuah upaya untuk membiasakan diri terhadap sebuah budaya yang positif yaitu budaya menulis.

Kehidupan yang   saya alami tidak jauh berbeda dengan mayoritas manusia kebanyakan (yang seusia dengan saya). Seorang manusia yang hidup di lngkungan kampus umum, dgn segala kesibukan serta serb-serbi kampus yang sudah dapat diprediksikan seperti apa bentuknya. Namun, satu hal yang perlu saya garis bawahi bahwa  walaupun setiap manusia mempunyai kebiasaan dan rutinitas  yang hampir sama, sesungguhnya kita mempunyai perspektif yang berbeda dalam memandang sebuah pengalaman hidup. Baik pengalaman kita sendiri ataupun pengalaman orang lain.

Dalam menjalani kehidupan yang  terwujud dalam berbagai rutinitas, kadang kita hanya terpaku pada satu sudut pandang saja. Jarang sekali kita melihat diri kita dari sudut pandang yang lain. Sehingga , kita cenderung subyektif  dalam menilai diri kita dan sulit menerima kenyataan kebenaran dari orang lain.

Begitulah kiranya gambaran hidup saya, lebih cenderung terjebak dalam rutinitas kehidupan, maka, dari hal tersebut saya berusaha untuk menilai apa yang telah saya lakukan dan pikirkan melalui sebuah tulisan. Bukan berarti dengan menulis kita sudah mempunyai berbagai macam perspektif terhadap apa yang telah kita lakukan. Namun, setidaknya ada satu kesempatan untuk meninjau kembali terhadap apa yeng telah kita lakukan.

Selain dengan tulisan , membiasakan untuk berpikir dari berbagai sudut pandang adalah dengan keluar dari kebiasaan yang telah sering kita lakukaan. Mencoba menjalani aktivias yang baru dan meninggalkan aktivitas yang lama sejenak. Sebagaian dari kita mungkin dapat mengartikan dengan out bound., tetapi sebenarnya makna tersebut kadang di identikkan dengan aktivitas yang sempit. Aktivitas yang butuh banyak materi /uang yang di balut dengan suasana suka cita. Memang itu bukanlah penafsiran yang salah. Namun, melakukan aktivitas sederhana di luar kebiasaan kita juga merupakan sebuah out bound, mengambil  rute jalan untuk menjalankan rutinitas yang berbeda rute kebiasaan adalah out bound, membaca buku yang berbeda dari apa yang kita tekuni adalah sebuah out bound, berbincang-bincang dengan orang-orang baru yang berbeda latar belakang adalah sebuah outbound.

Bila saya mengkonkretkan hal yang telah saya tulis dalam bebrapa paragraph di atas, maka keadaan sekarang ini.,(tepat pukul 12.08, 29 juli 2009), kaidah teresebut mungkin akan  berlaku bagi saya . Saya sekarang duduk di sebuah kamar yang bukan kamar saya, menjalani aktivitas yang berbeda dari apa yang telah saya sering lakukan di bulan-bulan yang lalu, Saya telah keluar dari kebiasaan dan ingin mencari suasana baru, di lingkuangan yang baru, di tempat yang sebelumnya belum saya kenal, ya tempat itu adalah di Utara Fakulktas Teknik Universitas Gadjah Mada

Published by

harsono

a Javanese

4 thoughts on “Catatan”

  1. haha, iya betul, kehidupan emang ber beda2 bagi setiap org..
    bagusnya rutinitas dibuat fleksibel, jd ga monoton,
    liburan itu jg outbound kan… he2

  2. wah apik ngger… apik!
    yoh teruske anggonmu sinau, sinau ki ora mung moco, nulis kuwi yo sinau.
    apik-apik….aku malah mandek. nanti tak hidupin lagi dech….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s