Dan Yogyakarta pun Kutinggalkan

Di malam yang sunyi , kutuliskan  sedikit fragmen kehidupan yang telah kujalani selama sebulan ini di Yogyakarta . Tulisan ini bukanlah tulisan yang indah dan layak dibaca. Ini hanyalah sebuah tulisan apresiasi kepada teman-teman yang telah baru ke kenal dan menjadi sebuah semngat hidup yang baru. Sebuah catatan ringkas sebelum meninggalkan kota Yogyakarta, menuju Jakarta Esok Pagi, 3 Agustus 2009.

Tepat pada tanggal 2 july 2009 kulangkahkan kakiku menuju Yogyakarta. Sebuah kota yang tak asing lagi khusunya bagi masyarakat jawa.  Dengan harapan dapat menuntut ilmu dan berkenalan dengan ornag-orang shaleh , kumulai perjalanan di kota tersebut dengan naik kendaraan umum dari rumah tercinta di Simo, Boyolali. Dengan dua kali naik bus, akhirnya saya sampai di daerah janti,  tepatnya di bawah fly over janti, pintu masuk kota Yogyakarta dari arah solo. Dengan keyakinan bahwa masyarakat yogya adalah masyarakat yang ramah, ku bertanya sana-sini, dan akhirnya aku sampai juga di lingkungan kampus UGM. Sebuah kampus yang mempunyai reputasi baik di bumi nusantara.

Setelah menunggu sekian menit di dekat halte trans jogja , akhirnya teman SMA ku datang . dia menjemput ku dan menjamu saya selama 3 hari. Kurasakan kebersamaan dengan teman lama dengan suka cita . sebuah rasa yang t sudah mulai hilang ketika saya di Depok. Karena  saya di UI  hanya beddua dengan teman SMA, maka Teman – teman SMA  sudah jarang ku temui.

Iri rasanya bila melihat kawan-kawan dikampus dapat kumpul dengan teman-teman SMAnya. Saling support, saling menasehati, dan saling tolong menolong. Mungkin , itulah menjadi sebuah takdir Allah yang sudah ditulis untuk saya. Dengan hal tersebut, saya dapat mengerti bahwa sangat berarti sekali teman-teman yang telah kita kenal, ketika kita baru masa-masa pencarian jadi diri.

Tanggal 4 July adalah hari bahagia bagi bang Khoirul , senior di Kampus Jurusan Teknik Metalurgi dan Material. Hari tersebut adalah hari yang mengubah statusnya dari lajang menjadi berkeluarga. Akad nikah yang dilaksanakan di daerah piyungan jogja,pun saya hadiri. Banyak kisah yang terjadi di hari tersebut, kehilangan HP di lempuyangan, berputulangan naik bus, dan harus berusaha membantu teman mencarikan tiket untuk  pulang ke Jakarta. Hari tersebut ku akhiri dengan mengantarkan teman balik ke Jakarta di terminal Giwangan.

Tanggal 2 s.d 9, dauroh kitab tauhid di Yogyakarta. Sebuah kuliah umum yang sangat berharga bagi pemahaman saya tentang Din. Sebuah pelajaran yang berarti bahwa hanya ajaran Islam yang haq lah yang dapat menyatukan hati manusia. Bukan kepentingan Dunia ataupun aturan-aturan yang dibuat dan dipaksakan oleh manusia. Bukan di atas sebuah kepentingan kelompok dan sebuah organisasi politik , tetapi persatuan di atas asas islam yang utama yaitu Alquran, Assunnah sesuai dengan pemahaman para generasi salaf.

Tanggal 13 July  s.d 1 Agustus  masa-masa yang menyenangkan. Belajar bahasa Arab, bekal memahami agama islam. Walaupun saya masih kurang paham, tapi setidaknya saya sudah punya modal sedikit untuk belajar lagi ke taraf berikutnya. Mulai belajar tasrif dan dasar ilmu nahwu tiap pagi sore menjadikan kebersamaan dalam kelompok begitu berkesan. Terlalu banyak kisah yang dapat ditulis tiap pembelajarannya. Namun, yang pasti pembelajaran tanpa batas usia lah yang menjadi kesimpulan akhir dari aktivitas tersebut. Perlu semangat dan konsistensi dalam belajar sebuah bahasa.

Tanggal 24 July,  Dauroh masyaikh di bantul. Baru pertama kali saya menghadiri event tersebut. sebuah event yang mulia dan sarat akan ilmu. Beberapa ahli ilmu dari bumi para Nabi memberikan Nasihat kepada umat islam , khususnya di Indonesia. Sebuah nasihat yang sangat bermanfaat dan solusi nubuwah bahwa kembali ke Ulama adalah jawaban bagi problematika Umat.

Saya bukan lah seorang yang ahli dalam merangkai kata, menyusun  baris – baris kalimat menjadi sebuah tulisan yang padu. Masih banyak Fargmen-Fragmen kehidupan yang telah kujanai, kulihat dan kurasakan, dalam kurun waktu sebulan di Tanah Ngyogyakarta ini. Kisah berpetualang ke toko buku di jogja, membeli karcis yang antre, mengurus kartu SIM yang hilang, bolak – balik di jalan malioboro, Kajian Rutin Ust. Aris Munandar, Kajian Umum Ddi UGM dengan Ust. Abdullah Zaen adalah berbagai kisah yang tidak dapat kuceritakan dalam tulisan ini.

Sudah Cukup lelah mata dan badan ini untuk berlama-lama di depan computer kesayangan. Setelah melewati hari-hari yang panjang, yang ditutup dengan ujian Akhir belajar bahasa arab kitab Muyassar. Mudah –mudahan Sebulan yang telah aku habiskan di Yogyakarta ini bermanfaat, dan dapat saya pertanggung jawabakan di kehidupan yang akan datang.

Thanks To :

Teman-Teman di Misfallah Tholabul Ilmu (MTI) Yogyakarta. Barakallahufiik.

Teman –teman Kelas  A Muyassar , ayo lanjutkan belajarnya.

Dan Teman-teman yang pernah aku temui di Yogyakarta.

Malam Hari Sebelum Balik ke Jakarta,

Utara Kampus FT UGM

Published by

harsono

a Javanese

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s