Belajar dari Korea Selatan

Korea Selatan (Rep. of Korea) adalah negeri yang dinamis. Negeri ini pun mempunyai tagline, Dynamic Korea. Tagline ini bukan hanya sekedar tagline tapi merupakan  representasi dari sejarah panjang negeri ini.

Mungkin tidak banyak yang di expose oleh media tanah air tentang kehidupan rakyat korea, kemujan, dan kebangkitan ekonominya. yang kita lihat adalah Korean Drama yang diputar nonstop di salah satu TV swasta, kalaupun bukan drama mungkin koleksi K-Pop video punya teman sejawat kita. namun, syah-syah saja selama itu membawa ketertarikan memahami budaya positif bangsa ini.

Jika dibandingkan dengan negera tetangga (Japan), Korea masih kalah pamor dinegeri kita. Tekecuali untuk masalah K-POP dan K-Drama. Kiblat pendidikan, ekonomi, dan Potret budaya “semangat dan kerja keras” masih didominasi oleh bangsa matahari terbit . Namun, bagi saya Korea mempunyai nilai tersendiri. elevator kemajuan bangsa ini cukup cepat dan dinamis.

Jika kita melihat sejarah,  Korea adalah salah satu jajahan japan. Korea merdeka pada bulan agusus 1945. sama dengan negara kita,  indonesia. setelah merdeka bukannya mereka dapat langsung hidup makmur. Sama seperti kita yang harus mengusir penjajah kembali, mereka harus merasakan Perang saudara. Semuanya hancur dalam perang tersebut.

Namun, apa yang kita lihat sekarang. Korea menjadi salah satu negara dengan perkembangan yang mencanangkan. Negara no.1 untuk Shipbuilding, Semiconductor, dan Teknologi layar. Banyak Brand ternama yang tidak asing di telinga kita seperti Samsung, LG, Hyunday, KIA, Daewoo, dll. Tidak hanya itu, Korea juga telah mampu menerbangkan satelitnya keluar angkasa.

 Secara pasti Korea juga menunjukkan tanduknya di bumi garuda, Join antara Krakatau Steel (perusahaan baja nasional) dan POSCO (perusahaan baja raksasa korea) merupakan salah satu buktinya. bagaimana sebuah perusahaan besar bisa tumbuh namun hampir 0% SDA di tempat beridirinya perusahaan itu. Retail Korea “Lotte Mart” berhasil mengakusisi jaringan retail “Makro” di Indonesia, dan berniat membangun lebih banyak department store di Indonesia. Hampir tidak ada barang di rumah kita yang tidak ada tulisan di produk tersebut “Made in Korea”.

Mungkin semuanya juga sudah tahu bahwa inti dari semua kemajuan yang dicapai adalah kerja keras. Korea telah berhasil mentransformasi dirinya dari salah satu negara miskin di dunia pada tahun awal 60-am menjadi negara yang cukup di perhitungkan di mata Dunia. Nilai- Nilai luhur bangsanya telah berhasil dipadukan untuk kemajuan negerinya tanpa menghilangkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari. Budaya menghormati yang lebih tua, budaya antri, budaya bersih, dan disiplin adalah nafas dari Budaya Korea. Di Kota Seoul, Sebagai ibu kota negera ini dengan arus modernisasi yang begitu kuat, nilai luhur budaya masih jelas di pelupuk mata. Bagaiman dengan bangsa kita?? Jakarta???

Saksikan melihat tayangan video berikut ini :

Published by

harsono

a Javanese

4 thoughts on “Belajar dari Korea Selatan”

  1. Dulu bangsa kita juga sepeti itu, selalu menghormati orang yang lebih tua. Tapi knapa kok sekarang beda ya. Mgkin perlu adnya pendidikn di sekolah tentang tata krama.

  2. hmm….Ya kerja keras yang diperlukan negeri ini dan juga rasa meiliki yang tinggi agar tidak ada lagi, koruptor-koruptor yang mengerogoti daging saudaranya sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s